

Rumah Sakit Sumber Sentosa merupakan salah satu Unit Karya Kesehatan Yayasan Pelayanan Kasih Agustinian milik Kongregasi Suster Santo Augustinus dari Kerahiman Allah yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 27 Kelurahan Mulia Baru Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat Kode Pos 78813. Pada tahun 1969, atas permintaan Uskup Alberts, O.Carm (Keuskupan Malang) kepada Pimpinan Umum Kongregasi Suster Santo Agustinus di Ketapang Kalimantan Barat, diutuslah beberapa Suster Biarawati untuk berkarya di Keuskupan Malang tepatnya di Jalan Raya Kebonsari Nomor 221 Desa Tumpang Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur Kode Pos 65156, untuk memberikan pelayanan di bidang kesehatan dan pendidikan kepada masyarakat yang berada diwilayah Tumpang dan sekitarnya secara khusus Umat Paroki Maria Diangkat Ke Surga Tumpang.
Perjalanan Rumah Sakit Sumber Sentosa berawal dari Balai Pengobatan yang didirikan dan diberikan ijin operasional oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 4 Februari 1971. Seiring dengan berjalannya waktu tepatnya pada tanggal 18 September 1997 berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor YM.02.043.5.4221 diresmikan menjadi Rumah Sakit Sumber Sentosa. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko, Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan, serta Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk Pada Penyelenggaraan Perijinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan maka saat ini Rumah Sakit Sumber Sentosa telah mendapatkan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor izin 81200068503690002. Izin diterbitkan tanggal 12 Agustus 2022 dan ditandatangani secara elektronik oleh Kepala DPMPTSP Kabupaten Malang, berlaku selama 5 tahun.
Rumah Sakit mempunyai tugas melaksanakan pelayanan kesehatan dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemeliharaan kesehatan perorangan secara paripurna, yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan. Dalam melaksanakan tugas, Rumah Sakit Sumber Sentosa menyelenggarakan fungsi:
- Penyelenggaraan pelayanan medis
- Penyelenggaraan pelayanan penunjang medis dan non medis
- Penyelenggaraan pelayanan asuhan keperawatan
- Penyelenggaraan layanan rujukan
- Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan staf
- Pelaksanaan administrasi umum dan keuangan
Falsafah
Rumah Sakit Sumber Sentosa
Dengan didasari semangat cinta kasih, memberikan pelayanan bagi sesama manusia tanpa membedakan status sosial, ras, suku dan agama.
Visi
Rumah Sakit Sumber Sentosa
Menjadi rumah sakit pilihan yang memuliakan martabat manusia dan mengutamakan keselamatan pasien dalam semangat sehati sejiwa.
Misi
Rumah Sakit Sumber Sentosa
- Memperkuat jejaring layanan dan kemitraan strategis.
- Memastikan setiap proses pelayanan memuliakan martabat manusia.
- Membangun dan menegakkan budaya keselamatan pasien.
- Mengembangkan SDM profesional yang kompeten, etis, dan adaptif.
- Membina budaya “sehati sejiwa” bagi seluruh karyawan.
Nilai
Rumah Sakit Sumber Sentosa
Keadilan (Iustitia)
Keadilan adalah memberi kepada setiap orang apa yang menjadi haknya, namun lebih dalam: keadilan lahir ketika hati tertib (cinta pada kebenaran dan kebaikan bersama), sehingga keputusan tidak dikendalikan ego, status, atau keuntungan.
Unitas (Sehati Sejiwa)
Kesatuan bukan seragam, melainkan sehati sejiwa: banyak orang, satu arah–bonum commune (kebaikan bersama). Kesatuan terjadi ketika ego dan faksi dikalahkan oleh tujuan yang lebih tinggi.
Integritas (Keutuhan batin & Kebenaran)
Integritas adalah keutuhan: tidak terbelah antara kata dan tindakan. Dalam Agustinus, kebohongan dan manipulasi merusak jiwa dan komunitas; Integritas berarti setia pada kebenaran bahkan ketika sulit.
Kasih (Caritas)
Kasih (caritas) adalah orientasi hati yang benar: mencintai sesama karena kebaikan yang sejati, bukan sekedar emosi. Kasih itu tidak lembek; ia menuntut kebenaran, keadilan, dan ketekunan.
Antusias (Gairah melayani, Semangat Bertahan & Bertumbuh)
Antusias bukan “ramai”, melainkan semangat yang bertahan (perseverantia) karena tujuan yang bermakna. Dalam Agustinus, sukacita sejati lahir ketika pekerjaan diarahkan pada kebaikan dan kebenaran, bukan pujian atau untung.