Selamat datang di RS Sumber Sentosa

Kenali Gejala Leukimia: Leukimia dapat menyerang Anak-Anak?

Bagikan Postingan

Leukimia merupakan salah satu jenis kanker darah yang dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Penyakit ini terjadi akibat gangguan pada pembentukan sel darah putih di sumsum tulang sehingga sel darah abnormal berkembang secara tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut kemudian mengganggu fungsi sel darah normal dalam tubuh. Leukimia menjadi salah satu jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak dan memerlukan penanganan medis secara cepat dan tepat.

Banyak orang tua belum menyadari bahwa gejala leukimia pada anak sering kali menyerupai penyakit umum lainnya. Akibatnya, kondisi ini terkadang terlambat terdeteksi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami tanda, gejala, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan apabila anak mengalami keluhan yang berlangsung terus-menerus.

Pada kondisi normal, sumsum tulang memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit dalam jumlah yang seimbang. Namun pada leukimia, tubuh memproduksi sel darah putih abnormal secara berlebihan. Sel-sel abnormal tersebut tidak dapat bekerja dengan baik dalam melawan infeksi dan justru memenuhi sumsum tulang sehingga menghambat produksi sel darah normal lainnya.

Leukimia pada anak umumnya terbagi menjadi beberapa jenis, namun yang paling sering ditemukan adalah Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) dan Acute Myeloid Leukemia (AML). Leukimia akut berkembang dengan cepat sehingga membutuhkan penanganan segera agar kondisi anak tidak semakin memburuk.

Berikut gejala dari penyakit Leukimia pada Anak:

  1. Demam tanpa sebab yang jelas.
  2. Pembesaran hati, limpa, dan kelenjar getah bening.
  3. Pendarahan kulit (petekie, hematom) dan atau pendarahan spontan (epitakis, pendarahan gusi).
  4. Nyeri tulang pada Anak*.
  5. Pembesaran testis dan konsistensi keras.
  6. Kejang sampai penurunan kesadaran.
  7. Pucat, lemah, anak rewel, nafsu makan menurun.

*Waspada terhadap Anak yang diketahui sudah dapat berdiri dan berjalan namun tiba-tiba maunya digendong saja (tidak mau berdiri dan jalan lagi)

Penyebab pasti leukimia pada anak hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya leukimia, seperti faktor genetik, kelainan bawaan tertentu, paparan radiasi tinggi, maupun gangguan sistem kekebalan tubuh. Meski demikian, sebagian besar kasus leukimia pada anak terjadi tanpa penyebab yang jelas.

Leukimia memang merupakan penyakit serius, namun bukan berarti tidak dapat diobati. Dengan deteksi dini, penanganan yang tepat, serta dukungan keluarga dan tenaga medis, peluang kesembuhan anak dengan leukimia dapat meningkat secara signifikan.

Melalui edukasi mengenai leukimia pada anak, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan anak dan mengenali gejala penyakit sejak dini. Pemeriksaan kesehatan secara rutin dan perhatian terhadap kondisi anak menjadi langkah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas.

Previous Post
Next Post

Jl. Raya Kebonsari No. 221, Kebonsari, Tumpang, Kec. Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65156

Call Center: 0341-787233

Email:

Salam Agustinian, "in deum"